Twitter dan Facebook Lebih Nyandu Dibanding Seks

Seseorang mungkin bisa menahan untuk tidak melakukan seks dalam sehari, tetapi untuk mengecek Twitter dan situs sosial media lainnya sangat sulit untuk ditahan. Hal ini berdasarkan sebuah studi baru mengenai tingkat adiktif dari sosial media yang dimuat dalam salah satu jurnal sains psikologi.

Dalam penelitian tersebut, periset memberikan BlackBerry kepada 205 orang direntangan usia 18 sampai 85 tahun. Penelitian mengambil sampel di Wurtzburg Jerman dan memonitor seluruh sampel selama tujuh hari penuh, seperti dilansir Guardian.

Tujuh kali dalam sehari, para peserta diminta untuk mengirimkan pesan dan menjelaskan tipe dan seberapa kuat keinginan mereka terhadap sesuatu dalam 30 menit terakhir.

Dari hasil respon para peserta, periset menemukan bahwa para peserta lebih tidak tahan untuk berkeinginan mengecek situs meda sosial seperti Twitter, malah mereka bisa menahan untuk tidak buang air ataupun merokok.

Hal tersebut justru menampik kepercayaan bahwa orang lebih mudah megalami keinginan yang tak tertahankan untuk merokok, mengkonsumsi alkohol atau kopi. Kebanyakan partisipan merasa tingkat keinginan untuk hal-hal tersebut malah rendah, seperti dilaporkan Wilhelm Hofmann, kepala riset tersebut.

“Orang lebih relatif berhasil untuk menahan dorongan seksual dan dorongan sejenis, yang mungkin tampak mengejutkan bagi kita yang hidup dalam budaya modern seperti saat ini,” Hofmann menambahkan.

Hofmann menyoroti bahwa dalam rata-rata sehari, seks dan dorongan kuat lainnya yang dilaporkan oleh para peserta riset jauh lebih rendah dibanding dorongan terhadap keinginan mengecek sosial media.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa betapa mengerikannya pengaruh dan tingkat ketergantungan terhadap sosial media, yang memaksa seseorang untuk meninggalkan aktivitas di kehidupan nyata. Orang dengan mudah melepas kebutuhan hidupnya demi menghidupi beberapa kalimat update statusataupun tweets.

Mungkin dalam beberapa tahun lagi, manusia akan kehilangan aktivitas riil di dunia nyata dan jalanan akan sepi akibat umat manusia sudah sangat bergantung akan teknologi sosial media. Semoga saja tidak.

as posted in: viralitas.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s