10 Stasiun TV Tak Siaran

Menyambung postingan gw sebelumnya tentang musnahnya beberapa stasiun tipi di Malang, akhirnya gua putusin buat googling nyari kenapa seh stasiun2 tipi itu menghilang. Dan telah ditemukan jawabannya bahwa mereka (stasiun tpi itu) belum ngantongin ijin rekomendasi kelayakan dari Balmon Depkominfo (emang stasiun tipi punya kantong yah? heheu). katanya sih, di artikel itu, kejadian penertiban ini uda berjalan mulai 23 Desember taon lalu. Tapi kenapa sampe hampir 2 bulan ini, stasiun2 tipi itu kok belum siaran lagi yah?? What’s wrong brother?

Tapi apapun masalahnya, moga cepet kelar aja deh,, biar kera-kera Ngalam bisa nonton tipi lagi. Ni gua kasih beritanya dari malanginfo.wordpress.com. Baca yang bener ya.

Masyarakat Malang Raya kini tak bisa menikmati lagi siaran 11 stasiun TV nasional dan lokal. Pasalnya, sejak 23 Desember lalu tim dari Balai Monitor (Balmon) Depkominfo melakukan penertiban channel TV yang tidak mengantongi izin rekomendasi kelayakan (RK). Kebijakan ini dilakukan sampai waktu tak ditentukan.

Berdasarkan pantauan, 11 channel televisi di Malang itu adalah Malang TV, Trans TV, Trans7, ATV, Global TV, Batu TV, Space Toon TV, Mahameru TV, Dhamma TV, JTV, dan Metro TV. Secara berurutan, penertiban channel TV itu dilakukan mulai 23 Desember lalu. Bahkan, Metro TV telah menghilang dari peredaran hampir satu bulan ini.

Kepala JTV Malang Raya Amin Tohari mengungkapkan, penertiban JTV dilakukan paling akhir, yakni kemarin pukul 16.30. Sedangkan stasiun TV lain terlebih dulu ditertibkan. “Sebelumnya sempat mendapat kabar dari Surabaya. Jadi, kami tidak kaget,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Amin, JTV memiliki izin RK. Hanya saja, RK itu dipegang kantor pusat di Surabaya. Padahal, ketentuan yang berlaku versi Balmon, setiap mendirikan tower di daerah harus mengantongi RK. “Mau apa lagi, kami mengambil sisi positifnya saja dan berharap segera masuk era digital TV,” kata dia.

Selama tidak siaran , lanjut Amin, semua karyawan tidak akan dirumahkan karena produksi jalan terus. Hanya saja, konsumsi berita tidak untuk Malang Raya, melainkan wilayah Surabaya. “Pekerjaan tetap jalan normal, semua berita dikontribusikan untuk JTV Surabaya,” tandas Amin.

Eko Yuliarno, humas Dinas Informasi, Komunikasi dan Perpustakaan (Infokompus ) Pemkot Batu, juga mengatakan hal sama. Sejak kemarin malam, ATV yang dibiayai Pemkot Batu itu juga tidak bisa lagi mengudara setelah didatangi petugas dari Balmon. “Kami belum tahu sampai kapan. Yang kami pusingkan justru bagaimana dengan adik-adik yang selama ini bertugas di ATV,” kata dia.

Eko mengakui, seminggu sebelum penertiban itu memang ada surat edaran teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim. Surat edaran itu memang tidak hanya berlaku khusus bagi ATV, tapi juga pada penyenggara stasiun televisi yang belum mengantongi RK. “Kami diberi waktu seminggu untuk kemudian off (tidak siaran),” ujar dia.

Dia menambahkan, saat ini tidak bisa berbuat banyak selain menunggu. Karena, proses perizinan sudah diajukan ATV. Namun, hingga saat ini izin tersebut belum turun. “Sudah lama kami ajukan dan sekarang masih dalam proses,” tandasnya.

Sedangkan Ketua KPID Jatim Fajar Arifiyanto sedikit menyayangkan tindakan Balmon Depkominfo tersebut. Pasalnya, kata dia, dari sekian banyak channel TV yang on air di Malang, semunya masih dalam tahap perizinan. Bahkan, sebagian sudah masuk jadwal evaluasi dengar pendapat (EDP). Sebagian lain masuk daftar tunggu EDP sampai akhir tahun ini. “Kecuali mereka sama sekali tidak memproses izin dan mengganggu frekuensi,” kata Fajar yang dihubungi kemarin.

Kendati menyesalkan, Fajar menegaskan sejauh ini KPID tidak bisa berbuat banyak karena penertiban tersebut di luar wewenangnya. KPID hanya bertugas memproses permohonan izin. Di lain hal, sejak awal pihaknya telah melakukan sosialisasi bahwa operasi tanpa izin akan sangat berat risikonya.

Karena dalam UU telekomunikasi, perusahaan TV maupun radio tidak bisa siaran sebelum mengantongi izin. “KPID menghormati keputusan Balmon. Karena soal frekuensi menjadi tanggung jawab mereka,” tandasnya. Ditambahkan, kendati 11 channel TV di Malang tak on air lagi, menurutnya, hal itu tidak menjadi kendala bagi KPID untuk terus memproses izinnya. “Proses akan tetap jalan terus,” tegas dia. (Jawapos)

sumber: http://malanginfo.wordpress.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s