An Eternal Memory

Pun berjalannya waktu, seolah-olah waktu itu tiada berubah, berganti. Banyak orang bilang kalau seseorang bakal bisa dilupain seiring berjalannya waktu. Uhh,, tapi yang kurasakan sekarang malah sebaliknya. Perasaan yang tiada habisnya tentang dirinya, yang selalu ada saat gw sadar maupun terlelap.. Sumpah, sampe kebawa ngimpi!!

Dia, seseorang yang bagi diriku adalah sosok indah ciptaan Tuhan yang senantiasa memberikan warna baru dalam nafas, menyirami tanaman yang layu dikala dahaganya. Entah mengapa sosoknya selalu membayangi, menggelayuti tiap langkah di permainan dunia ini. Tuhan, kalau dia memang hadir untukku, maka terangkanlah!

Tapi, hadirnya dia sekarang bukanlah untuk diriku lagi. Sudahlah, ini memang kesalahanku. Aku terlalu lama dan mengulur waktu dalam tiap keputusan, keputusan yang seharusnya bisa segera aku tasbihkan. Kesalahan yang selalu identik dengan diriku.

Satu hal lagi yang aku bingungkan. Kenapa? Kenapa aku masih saja mengharapkannya?? Masi berusaha mengingat-ingat hal yang berhubungan dengan dia. Seperti lagu yang pernah kita nyanyiin bareng, spot-spot kita waktu pernah jalan bareng (itupun sebenernya bukan jalan dalam arti nge-date yang dalam), kegiatan-kegiatan yang pernah gw lakuin bareng ma dia,, uhh, begitu menguras tenaga, menyakiti diri sendiri…

Pernah suatu ketika terakhir kali gw ngeliat muka dia waktu ashar, abis solat, dihari rabu, sebelum berangkat ke BMC buat nyari tugas Pemasaran Jasa, dia memang berusaha buat ga aware kalo disitu ada gw, itulah terakhir kalinya..

“Hmmpffh, be a strong man guys!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s